Blog

Jati Makmur Agung Jual Paving K300 Murah

Paving merupakan salah satu bahan penutup atau perkerasan permukaan tanah yang lazim diterapkan di  halaman belakang rumah atau carport.

Lantaran mesti sanggup menyangga beban yang berada di atasnya, maka  penerapan paving mesti rapi dan kuat. Jika tidak, paving akan gampang copot atau permukaannya menjadi bergelombang karena sebagian tanah di bagian bawahnya bergerak atau turun.

Sekurang-kurangnya terdapat 2 hal yang harus diperhatikan ketika penerapan paving yakni pasir pengisi celah dan  pondasi di sekitar paving.

Pasir Pengisi Celah

Paving tergolong material bangunan konstruksi yang fleksibel. Hubungan antarpaving tidak memerlukan bahan pengikat, tetapi cukup menggunakan pasir.  Bahan bangunan seperti ini kerap juga disebut dengan sebutan unbond material.

Sebaiknya lebar celah antarpaving  kira-kira 2-4 milimeter. Karena ukuran celah yang terlampau lebar akan mengakibatkan pasir pengisi  gampang keluar (shucking) dan paving berpindah.

Bagusnya, pasir yang dipergunakan untuk  mengisi celah antarpaving mempunyai butiran pasir yang tajam (lolos ayakan 2,4 mm), kadar air paling banyak kira-kira 5%, dan kadar lumpur paling banyak 10%. Hal ini bermaksud supaya air yang  mengalir di atasnya dapat meresap ke dalam tanah.

Upayakan pasir ini cuma mengisi setengah dari ketebalan paving. Tidak boleh pasir mengisi sampai ke dasar tanah. Ruang sisanya diisi dengan pasir yang dipergunakan untuk dasar peletakan paving. Pasir yang dipergunakan sebagai alas/dasar peletakan mempunyai persyaratan yang nyaris sama dengan pasir  untuk pengisi celah. Namun, butiran pasirnya paling banyak lolos ayakan 9,6 mm.

 

Bingkai sebagai Pondasi

Selain tempelan pada sambungan paving, kekuatan paving juga dipengaruhi oleh keadaan tanah sebagai dasar peletakannya. Perubahan dan pergerakan susunan tanah dapat  menimbulkkan paving bergerak sehingga permukaan paving tidak rata antara yang satu dengan yang lainnya.

Dalam kegunaannya, paving mesti sanggap menahan gaya horizontal dan gaya vertikal : keduanya  dialirkan langsung ke dalam tanah.

Gaya vertikal umumnya berlangsung berkaitan dengan naik-turunnya  paving sesudah dipasang. Salah satu diantaranya dikarenakan oleh tanah di bagian bawah terjadi penurunan atau  pergerakan.

Idealnya, lapisan permukaan tanah mesti keras dan padat agar paving sanggup menopang beban sehingga tidak melesat ke bawah. Tetapi jika fungsi perkerasan ini buat  jalan setapak yang ada di taman, paving dapat langsung ditempatkan di tanah yang tidak terlampau padat asal saja  permukaannya rata.

Sementara itu gaya horizontal dikarenakan oleh adanya tekanan dari  atas yang bisa menekan paving berubah. Guna menopang gaya horizontal, paving paving tersebut harus diberi fondasi semacam frame/bingkai sehingga seakan-akan bagian sisi paling luar paving dikelilingi oleh  fondasi ini.

Permukaan fondasi tersebut rata dengan permukaannya paving.

Dengan hadirnya  fondasi yang mengelilingi ini, paving bisa ditopang secara horizontal jika terdapat tekanan dari atas  atau samping kiri-kanan. Fondasi bingkai ini bisa dibuat dari beton pracetak atau dari pasangan  bata yang diplester.

 

Nah, dengan memperhatikan 2 hal itu diharapkan paving  dapat dipasang dengan kuat dan rapi.

Jati Makmur Agung sebagai produsen paving terkemuka dan telah lama berpengalaman di bidangnya sudah memproduksi beragam paving dengan ukuran, model dan tipe yang variatif.

Jati Makmur Agung juga menjual paving K300 murah namun berkualitas untuk memenuhi permintaan dan kebutuhan konsumen. Paving merupakan produk unggulan yang ramah terhadap lingkungan sehingga akan menyatu dengan alam sekitarnya. Sebab bahan bangunan ini dibuat dari mineral, jenis batu-batuan, dan material yang nyaman dan aman dipakai oleh manusia.

 

 

Related Post

SPESIAL PROMO BULAN INIHP/WA: 0821-1321-9373 HP/WA: 0818-0601-9737